Buat pemerintah dan pihak-pihak lain yang terkait.
Saya sudah menonton Fitna. Walaupun saya bukan penganut agama Islam yang taat, tapi saya tahu bahwa film itu adalah usaha penyesatan dengan memanfaatkan penggalan ayat Al Quran yang dikutip secara tidak lengkap (saya tidak tahu persis bagaimana mengungkapkannya, kalau ada yang mau mengoreksi atau menambahi dipersilakan).
Ya dan saya tahu juga bahwa film semacam itu memiliki pengaruh yang sangat berbahaya untuk kehidupan beragama dan aspek-aspek lainnya dalam kehidupan. Saya juga tidak setuju dengan apa yang diungkapkan dalam film itu.
Tapi menurut saya pemblokiran arus informasi dan reaksi kekerasan justru menampakkan tingkat intelektual yang rendah.
Kalau menurut Anda (pemerintah) film ini tidak bisa diabaikan begitu saja, lawanlah dengan intelektualitas yang minimal sejajar. Lebih tinggi jelas lebih bagus. Reaksi yang salah dapat menjadi bumerang.
Di negara kita, Indonesia, ini kan banyak cendekiawan muslim. Malah ada organisasinya kan. Bikin dong argumentasi yang mengungkapkan fakta sebenarnya. Argumentasi yang mematahkan penyesatan-penyesatan dalam film itu. Argumen-argumen yang membuat adem.
Tidak bisa bikin film tandingan? Halah. Ada banyak pekerja kreatif bagus di Indonesia. Lihat saja ada banyak iklan, video klip dan film bagus buatan orang Indonesia kan. Kerja sama lah dengan mereka untuk bikin presentasi yang lebih ciamik daripada buatannya si Geert Wilders ini.
Buktikan bahwa Geert Wilders berbuat kesalahan. Buktikan secara intelek.
Buat dalam multi bahasa. Sebarkan ke seluruh dunia. Gunakan YouTube, Google Video, Liveleak, Multiply dan berbagai layanan video sharing lainnya, sebagaimana Fitna disebarkan. Kalau perlu wajibkan anak sekolah untuk menontonnya bersama-sama, seperti saat kita kecil digiring menonton Penumpasan Pemberontakan G30S/PKI.
Itu baru satu ide yang saya yakin bukan cuma saya yang punya pemikiran seperti ini. Atau mungkin malah ada ide lain yang jauh lebih menarik dan efektif, ketimbang menutup arus informasi alias pemblokiran.
Sudah tahu kan, bagaimana yang terjadi di negara-negara yang arus informasinya diblokir dan dibatasi?
Belum tahu? Oh iya, maaf saya lupa, arus informasi sudah mulai dibatasi. Tapi mumpung masih bisa jalan-jalan ke Wikipedia dan cache-nya Google, silakan cari tahu sendiri.
PS: Geert Wilders adalah pengecut tak bertanggung jawab. Ini buktinya:
On March 22, the Dutch Muslim Broadcasting Association (NMO) offered to air the film, on the proviso that it could be previewed for any possible illegal material and that Wilders would take part in a debate with proponents and opponents afterwards. Wilders declined, quoted as saying "No way, NMO."
Referensi: